Selain kegiatan belajar mengajar yang sudah terjadwal secara formal, terdapat juga beberapa kegiatan penunjang yang pelaksanaannya bersifat informal dan insidentil. Fungsinya menguatkan semangat dan motivasi dalam belajar memahami dan menghafalkan al quran.
1. Tasmi’ Pekanan
Kegiatan tasmi’, atau memperdengarkan bacaan ayat-ayat alquran yang telah dihafal di hadapan ustadzah dan teman-teman, menjadi ajang murajaah yang menarik karena santri dituntut memiliki keberanian dan rasa percaya diri untuk tampil di panggung. Bahkan secara bergantian lantunan ayat yang dibacakan akan diperdengarkan melalui pengeras suara.
Kegiatan ini dijadwal sepekan sekali, masing-masing santri bergilir membacakan hafalannya sebanyak antara 3 hingga 5 halaman. Santri lain yang bertugas sebagai penyimak akan memeriksa bacaan hafalan temannya tersebut dengan mengeceknya langsung dari alquran yang dibacanya.

2. Muhadharah Bahasa Arab
Muhadharah (Pidato) Bahasa Arab ini diselenggarakan sepekan sekali, setiap hari sabtu malam. Santri dibagi menjadi kelompok-kelompok muhadharah yang beranggotakan sekitar 7-10 anak. Setiap kelompok akan bergiliran tampil untuk mementaskan rangkaian penampilan kelompok dalam Bahasa Arab.
Inti dari penampilan kelompok tersebut adalah pidato Bahasa Arab, namun untuk lebih memeriahkan suasana, santri diizinkan mementaskan nasyid, puisi, bahkan drama yang keseluruhannya berbahasa Arab. Acara menjadi semakin meriah Ketika setiap kelompok akan berlomba mempersiapkan penampilan terbaiknya, lengkap dengan dekorasi dan setting panggung yang mereka kreasikan sendiri.

3. Daurah Internasional Bahasa Arab
Alhamdulillah, keberadaan syekh Muhammad dari Yaman memberi kesempatan Salsabila Tahfidz untuk memberikan layanan yang lebih baik dalam bidang Bahasa Arab. Selain pembelajaran yang diberikan di dalam jadwal sekolah yang lebih bersifat teori, maka diselenggarakan pula secara rutin kegiatan Daurah Bahasa Arab dibimbing langsung oleh Syekh Muhammad yang lebih menekankan pada ketrampilan praktek percakapan sehari-hari.
Melalui daurah ini, santriwati menjadi lebih bersemangat, lebih berani, dan lebih terasah ketrampilannya dalam bercakap Bahasa Arab, sehingga memudahkan mereka untuk selanjutnya mempraktekkan percakapan Bahasa arab tersebut dalam komunikasi sehari-hari di pondok.

4. Wisata Tahfidz dalam dan luar negeri
Wisata Tahfidz ini adalah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan utama membuka wawasan santriwati agar memiliki jaringan pertemanan dengan sesame penghafal tahfidz di tempat lain, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu juga memperluas wawasan santriwati agar semakin memahami kondisi keislaman di tengah masyarakat luar. Mempelajari juga sejarah keIslaman yang terjejak di lingkungan sekitar.

5. Wisuda Kelulusan
Di akhir masa belajar, setelah meraih kelulusan, diadakan wisuda pelepasan bagi santriwati yang lulus dan akan meneruskan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Acara wisuda seperti ini selalu berlangsung penuh keharuan dan kesyukuran. Setelah bekerja keras mencari ilmu selama tiga tahun, maka momen kelulusan benar-benar menjadi momen hijrah untuk menjadi semakin lebih baik lagi.